BUKAN PEMUTUS AMALAN

Bukan Pemutus Amalan,  Matahari 19 september 2015 telah bersinar dengan langit biru tanpa adanya mendung. Semangat santri putra dan putri Al-iqbal menanti kedatangan Habib Shaleh Al Jufri  pun telah nampak pada raut wajah yang haus akan ilmu. Sembari menunggu kedatangan habib, semua yang ada ditempat bershalawat guna memanfaatkan waktu kosong untuk hal yang positif dan baik. Shalawat dikumandangkan serta diiringi oleh seluruh santri. Berlangsung dari 11.16 hingga menjelang dhuhur.

12.44 tepatnya setelah semua melaporkan diri kepada sang maha pemurah lagi maha penyayang sosok pembawa tausiyah itupun datang, Habib Shaleh Al Jufri. Tanpa menunggu lama kajianpun dimulai. Adapun kajian yang disampaikan pertama kali adalah tentang bismillaahirrahmaanirrahiim, beliau berpesan bahwa kita harus memuai segala sesuatu itu dengan mengucap bismillahirrahmanirrahiim.

Jika ditinjau lebih dalam lafadh tersebut memiliki arti dan kandungan yang sangat luar biasa. Hal itu berdasarkan hadist Nabi SAW yang menyatakan bahwa setiap kandungan kitab-kitab Allah yang diturunkan, semuanya ada didalam Al-qur’an. Seluruh kandungan al-qur’an ada dalam Al-fatihah. Dan semua yang ada dalam Al-fatihah ada dalam Bismillahhirrahmaanirrahiim. Maha besar allah dengan sifat Ar-rahman dan Ar-rahiim.  Berasal dari empat huruf  dengan arti yang berbeda namun menerangkan bahwa Allah adalah dzat yang maha agung dengan segala kekuasaanya. habib Shalehpun menerangkan bahwa Ar-rahman merupakan sifat kasih sayang Allah secara umum sedangkan Ar-rahiim adalah sifat kasih sayang Allah secara khusus. Hal itu berarti bahwa Allah selalu memberi nikmat dan kasih sayang kepada semua mahluknya. Jadi usahakan setiap memulai sesuatu itu selalu diawali engan bismillah agar Allah senantiasa memberi nikmat kepada hambanya. Karena tanpa diawali dengan Bismillahirrahmaanirrahiim  setiap amalan yang dilakukan manusia itu akan terputus. Sungguh hal yang sia-sia jika melupakan lafadz yang mudah dihafal ini.

Pembahasan berikutnya adalah mengenai bacaan hamdalah. Secara bahasa lafadz tersebut berarti pujian dengan lisan atas keindahan dan kebaikan ALLAH yang dianugerahkan pada hambanya. Sedangkan secara istilah itu diartikan tidak sekedar lisan saja tetapi juga action. Maksudnya, selain diucapkan juga harus dibarengi dengan tindakan menggunakan kenikmatan apa yang telah diberikan dan mengagungkan  dengan betul-betul, begitulah tegas Habib. Dari lafadz tersebut ada kalimat yang menarik diulas lebih dalam, yaitu lafadz Rabbil_aalamiin  (yang memelihara seluruh alam). Kesimpulan yang dapat ditarik dari kalimat tersebut adalah keagungan Allah yang memang fakta dan nyata adanya, tiada dzat yang dapat menandingi keagungannya. Satpam ataupun orang jenius dengan tingkat kecerdasan tinggi tiada yang mampu menjaga isi dari dunia ini yang jika dilihat dari ukurannya bumi yang kita tinggali ini tergolong kecil. Jangankan bumi,menjaga hutan yang hanya beberapa hektar saja tiada yang peduli. Buktinya masih sering kita jumpai hutan gundul dan lain sebagaimya yang berbau kerusakan alam. Tetapi Allah yamg maha memelihara tetap memfasilitasi kita dengan alam yang tenang, tanpa bencana alam setiap detiknya, sebaliknya Allah masih menurunkan hujan dan angin agar hambanya nyaman tinggal didunia yang tergolong sementara ini. Untuk itu marilah kita tingkatkan iman kita dan rasa bersyukur kita pada Allah atas segala nikmat yang telah difasilitaskan kepada kita semuanya tanpa terkecuali.

Bahasan selanjutnya adalah mengenai shalawat Nabi, shalawat  itu membawa keuntungan bagi siapa yang melakukannya.karena, Allah senantiasa memeberi kenikmatan  kemuliaan kepada rasulullah itu secara terus menerus. Intinya jika kita bershalawat kepada rasulullah maka Allah akan bershalawat pula kepada  rasullullah, sehingga nanti kita akan mendapat syafaat rasulullah suatu saat nanti.

Bahasan yang terahir dari kajian adalah tentang jumlah rasullullah, jumlah rasullullah seluruhnya ada 124000 kemudian disaring menjadi 25, lanjut rasul istimewa yang berjumlah 5 atau biasa kita kenal sebagai ulul azmi. Nabi memeiliki keluarga dan sahabat. Sahabat nabi itu adalah orang yang pernah bertemu serta beriman kepada nabi, pertemuan itu ketika dibumi saat beliau masih hidup, bukan bertemu nabi dilangit. Dari sekian banyak rasullullah yang memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sahabat nabi  adalah nabi isa as. Beliau bertemu dan beriman kepada nabi dibumi. Jadi untuk menanggapi kekonyolan dunia di era yang serba baru ini, jangan midah percaya pada mereka yang mengaku sebagai sahabat nabi atau bahkan mengaku sebagai nabi. Berpegang teguhlah pada iman dan ajaran yang benar, gunakan selalu akal cerdas bukan emosi bahkan mengikuti apa kata teman dekat. Ingatlah bahwa tiada manusia bodoh melainkan manusia yang dengan sadar rela membuat otaknya mati oleh kekonyolan dunia. Semua ajaran dan semua ilmu itu baik, tetapi tetap gunakan akal terlebih dahulu sebelum menyerap ilmu yang telah didapat. 14.00 tausiyah dari Habib Shaleh al Jufri telah usai, pribadi yang tadinya ibarat gelas kosong mulai saat itupun telah terisi. Nampak raut wajah bahagia ketika mereka mengikuti acara dari awal hingga ahir. Adapun hal mulia yang dapat dipetik dari kajian kali ini adalah tiada awal tanpa ridho, jadi senatiasa baca basmallah dalam memulai sesuatu. Sebagi manusia bijak tetap pilihlah mana yang terbaik bagi pribadi anda. Anda adalah orang hebat yang mampu mengerti dan memperindah diri anda sendiri. Yakinlah bahwa orang hebat bukan orang yang hanya mampu membuat rekeningnya berisi milyaran, tetapi mereka yang mampu membawa kebaikan untuk dirinya baik didunia atau diakhirat.