Pengalaman pertama Santri Pesma Al-Iqbal

Pengalaman pertama Santri Pesma Al-Iqbal

Memanfaatkan liburan kuliah yang hanya beberapa hari pasca Pemaba UPN “Veteran” Jawa Timur, para santri Pesma Al-Iqbal memilih untuk pulang kampung. Mulai dari Trenggalek, Kediri, Jombang, sampai Pasuruan. Kami mendapat tugas untuk sungkem kepada orang tua dan meminta do’a restu dari mereka.

Para santri mulai pulang kampung sesudah mendapatkan materi dari Bapak Putu Dharma Putra tentang “Kata-kata mengubah nasib”. Kami baru bisa pulang sore harinya. Kami berpisah karena kami berbeda tujuan. Ada yang naik kereta, bus, bahkan sepeda motor. Kami pun akhirnya pulang ke tujuan masing-masing.

Selesai liburan yang singkat itu kami kembali ke pesma tercinta, tempat kami bersama menuntut ilmu. Ba’da sholat maghrib kami diminta untuk menceritakan pengalaman masing-masing selama bersama keluarga. Suasana hening menyelimuti kami pada waktu itu. Kami menceritakan tentang betapa haru suasana ketika kami sungkem kepada kedua orang tua. Bukan hanya sekedar sungkem, kami harus mencium telapak kaki kedua orang tua kami. Apabila kami tidak melakukan itu, kami tidak bisa kembali ke Surabaya tepatnya ke Pesma AL-Iqbal. Alhamdulillah kami berhasil melaksanakan tugas dan kami mendapatkan do’a restu dari kedua orang tua kami. Apa yang terasa ketika kami mencium telapak kaki kedua orang tua kami? Ya, tentu suasana haru menyelimuti kami pada waktu itu. Ibu kami menangis dan Insya Allah itu adalah air mata kebahagiaan. Betapa tidak bahagia seorang ibu ketika anaknya mencium telapak kakinya untuk pertama kali.

Sekian pengalaman liburan santri-santri Al-Iqbal yang akan terkenang hingga akhir hayat. Semoga orang tua kami diberikan umur panjang dan barokah. Aamiin ^^.